
NASSIM QUATTRO
Terinspirasi sapuan berani Ekspresionisme, kami berusaha membangkitkan emosi dan menggugah indra begitu seseorang memasuki sebuah ruang. Kami ditugaskan mencerahkan tempat parkir yang dahulu remang menjadi galeri tempat parkir, memperkenalkan empat lobi privat dan concierge ke dalam pengembangan ini lewat cara yang tak lazim.
Itu mendorong kami membayangkan sebuah dunia di dalam gua, dengan ‘dunia’ sebagai dunia baru yang kami ciptakan dan ‘gua’ sebagai batas ruang bawah tanah. Di dalam ‘gua’ ini, kami ingin melihat dan memasukkan sari alam, memancarkan pemandangan awan, bintang, dan kosmos di dalamnya sebagai ‘dunia’ baru yang kami bangun.
Lampu melengkung dengan sudut dan ketinggian berbeda-beda memahat dan menyinari dirinya sendiri saat mengalir turun seperti awan yang berpusar, berpadu dengan kehijauan vertikal. Lampu-lampu melayang menghiasi keliling dinding, menciptakan pemandangan berbintang dari pintu masuk hingga ke bagian terdalam galeri mobil.
Di atasnya, plafon dibayangkan ulang sebagai kosmos tanpa batas, disinari cahaya sementara cat serpihan kuningan emas bertekstur memenuhi permukaannya. Ruang yang dahulu gelap kini menjadi terang dan menjelma abstraksi alam, tempat bintang yang melayang, awan yang berpusar, kosmos keemasan, dan kehijauan vertikal berpadu dengan berani di dalam ruang.
Seperti Ekspresionisme, kami ingin orang merasakan sesuatu saat melangkah masuk, berhenti sejenak dan merenungkan ruang itu, seolah ia sebuah karya seni yang dihidupkan lewat cahaya, bentuk, dan warna.





